Selembar Mozaik (FiloSofi)

Selembar kertas kosong yang ada diruang kelas itu tiba-tiba menuliskan kalimat "Mozaik".
Seperti kisah horror pada umumnya dengan suasana gelap, dingin, dan sepi. Jam dinding yang berdetak seiring deguban jantung menambah seram ruang-ruang kelas itu . Waktu menunjukan pukul 00.00 WIB ,dari jauh terdegar keramaian suara perempuan Yang kedengaran takut.
Tidak jauh dari ruang perpustakaan terdengar jeritan tangis meminta tolong "tolong tolongggg , buka pintunya siapa yang ada diluar sanaa tolonggg!!!
Rupanya ada seorang gadis yang terkunci diruang perpustakaan .
Sorot lampu senter yang menembus kaca sepertinya ada seseorang diluar sana. Dengan tidak menyerah sofi berteriak sekencang mungkin agar siapapun yang diluar sana dapat mendengar. Dengan menangis tersedu-sedu dan sesekali dia menengok kesana sini dia sudah merasa bulu kuduknya merinding dalam hatinya berkata "oh Tuhan sofi takut ,jauhkan dari sesuatu yang mengganggu sofi ". Rupanya ada 2 orang diluar sana dua orang itu sepertinya juga mencari cari sesuatu. Sof, sofi kamu dimana? " denga tubuh ketakutan filo berusaha mencapai ruang perpustakaan yang dirasa sofi ada disana.
"Dengan menggedor2 pintu dan memangil sofi "sof apa kamu disana?" aku datang, ini aku filo. Sepertinya ada yang mengikuti filo dari belakang sesekali filo menengok kebelakang. Seperti ada seseorang yang meniup-niup telinganya " ih apaan sih, ga asik deh gak usah becanda.
"Iyah sini aku bantu dobrak pintunya" seseorang menjawab dari sebelah filo
Kali ini filo benar- benar takut
Siapa kamu jangan cemen tunjukin wujud kamu!!! " dengan tegas filo mencoba memintanya melihatkan wujud aslinya "aku ada dibelakangmu tepat, aku menyukaimu sejak tadi aku melihatmu disana " sambil filo memutar kepalanya dan melihat kebelakang ternyata sosok kuntilanak yang kepalanya penuh darah menunjuk pada pintu gerbang sekolah . Bergetar seluruh tubuh filo, kuntilanak tersebut melotot sambil tertawa kecil "hiiihiiihiihiii.. "
Dengan teriakan keras filo menjerit "hannn haaantuuuuuu.!!!!! "
Filo lari terbirit-birit dan meninggalkan ruang perpustakaan itu.
Sedangkan sofi masih ada didalam ruang perpustakaan, Sofi sempat melihat filo tapi dia merasa gak mungkin filo ada disini dia kan orangnya cemen,  lalu satu orang lagi siapa sepertinya memakai baju putih. sofi malah ikut takut dan bersembunyi dibawah meja, tapi sofi merasa lelah dan berniat membaringkan tubuhnya dimeja.
Beberapa jam berlalu ,rupanya sofi kelelahan dan menyerah
"Mungkin malam ini aku harus tidur disekolah" kata sofi.
Beberapa saat setelah sofi meletakan tubuhnya diatas meja, sofi kaget dengan kemunculan kertas yang tiba-tiba ada disamping wajahnya bertuliskan "Mozaik"
"Apa ini? "lalu dilihat dan diraba-raba sepertinya ini tulisan anak anak yang tadi siang ada diperpustakaan.  Kata sofi dengan tidak berfikir aneh.
Angin bertiup lembut sampai mengenai tubuh sofi yang sudah terlelap.  Dengan pakaian Osis leceknya yang sudah seharian dipakai sofi membuatnya kedinginan.
"Punggungku sakit seperti ada yang memukulku dari belakang aku dikejar kejar gerombolan tentara, rupanya mereka adalah kolonial Belanda
Aku ditangkap dan dibunuh, tubuhku dirusak, kepalaku hancur dan sekarang aku ada diruangan ini" seperti ada sosok yang sedang mencurahkan hati nya kepada sofi.

Tiba-tiba mata safi terbuka dan terbengangak takut apa tadi cuma mimpi? Sepertinya begitu ..
Tadi itu apa? tadi itu siapa? aku takut ..sofi sesekali melipatkan tangannya ketubuh karena merasa dingin.
Ketakutannya membuat sofi menangis lagi .
"Filo tolong aku aku takut sendirian disini?  " sayangnya filo sudah lama lari terbirit-birit keluar kelas.
Waktu menunjukan pukul 3.00 WIB
Sepertinya ada seseorang yang membuka pintu .
Amar namanya,sosok cowo misterius yang banyak disukai cwe cwe satu sekolah . Sepertinya amar tau kalau sofi ada didalam .
ataukah tidak sengaja memang amar suka pergi malam- malam keperpustaan?  Tapi ngapain  ? Rupanya amar menemukan sofi sedang terbaring dimeja dia coba membangunkannya "heh bangun kenapa malam kaya gini masih baca buku ? Celetuk amar.  Padahal dia tau sofi terkunci didalam, melihat tubuhnya masih mengenakan baju osis.
Dengan wajah kesal sofi mencoba menjelaskan "aku terkunci disini tadi siang aku ketiduran dan rupanya perpustakaan sudah terkunci ketika aku bangun" . "lalu kamu siapa? tanya amar.
Aku sofi aku biasa pergi keperpustakaan,  aku juga tau kamu,  kamu amar kan cwo paling cool di sekolah." secepatnya sofi menutup mulutnya karena sadar baru saja dia memuji amar,  padahal sofi jarang sekali memuji bahkan terkesan cuek.
Untungnya amar bukan orang yang cepat GR atau mungkin amar pintar menyimpan ke GR annya didepan sofi.
Kisah horror kemudia berganti jadi kisah romantis ala drama korea.  Mereka saling tatap dan senyum senyum kurang kerjaan.
"Lalu kamu ngapain disini? " tanya sofi kepada amar.  Mata amar sepertinya menunjukan bahwa dia ingin mencari alasan kenapa dia bisa kesini. " Tapi kenapa jam 3 pagi,  ngapain? " terselip pertanyaan sofi.
Emm..  Aku sebenarnya bukan manusia.  Hah maksudnya? " sofi sedikit kaget dan tidak percaya.  " lalu, kamu jin atau siluman?  " dengan polos sofi bertanya.
Hahaa..  Pecah tawa amar,  melihat ekspresi sofi yang lucu.
Kemudian amar menjelaskan,  bahwa dia ingin mencari buku yang hendak dikerjakannya sebagai bahan diskusi besok pagi.  Karena jarak rumah amar yang dekat dengan sekolah dan kebetulan amar ketua organisasi perpustakaan jadi amar mempunyai kunci perpustakaan.
"Masuk akal" kata sofi,  " tapi kenapa tadi kamu bilang bukan manusia, kan bikin jantung aku mau copot.  " hahaa kamu aja yang terlalu polos,  tapi sebenarnya aku juga bisa melihat hantu ". Tutur amar. Gak usah ngaco deh," wajah amar didekatkan didepan telinga sofi dan berkata "sebelah kamu juga ada perempuan,  sepertinya dia minta bantuan sama kamu. " dengan terkejut sofi melemparkan tangannya ke wajah amar  plaaakkkkkk .. Gak usah ngaco kalo ngomong! "
Tangan amar memegang pipi kanannya dengan ekspresi merasa kesakitan .
"Aduh sakit.. Aku gak bohong beneran kaya gitu.  Aku anak indogo dari umur 10 tahun aku bisa melihat apa yang orang lain gak bisa lihat.  Kejadian itu bermula ketika aku ditinggal pergi oleh kedua orang tuaku dan hanya tinggal dengan nenekku.  Saat malam Purnama aku meminta aku ingin melihat kedua orang tua ku. Kemudian langit menjadi mendung dan lampu rumah mendadak mati,  petir menyambar dimana mana.  Aku hendak mencari nenekku.  Namun aku jatuh dan kepalaku mengenai benda keras. Mengalami cedera pada otak dan Dari situ aku mulai bertemu dengan Mereka . Sesekali sofi mengangguk menunjukan kepahaman saat mendengar amar bercerita.
"Kok jadi aku curhat kaya gini si..  Kayanya aku udah nemuin buku yang mau aku jadikan materi diskusi. "
Kamu mau ikut keluar,  apa masih betah disini? Tanya amar
Aku ikut keluar lah.. Aku takut sendiri disini Ruangannya seram " keluh sofi.
Ketika hendak keluar tiba-tiba pintu terkunci lagi dan mereka panik .

~Pertemuan ibarat pintu,  yang jika kita masuk akan menemukan hal-hal didalamnya~ Rika JD

*Yang pengen ceritanya lanjut komen yaaa !!!

Ulasan